SIMALUNGUN – Polres Simalungun Polda Sumatera Utara terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam. Langkah tanggap darurat itu diwujudkan dengan menyebarkan stiker dan selebaran berisi nomor penting layanan darurat ke berbagai titik di wilayah hukumnya, termasuk kawasan Danau Toba yang menjadi Destinasi Pariwisata Super Prioritas.
Kabag Ops Polres Simalungun, AKP Tukkar Lungun Simamora, SH, MH, menjelaskan hal tersebut saat dikonfirmasi pada Sabtu (10/10/2026) sekira pukul 18.18 WIB. Ia menegaskan kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri bagi masyarakat.
“Ini bentuk nyata Polri untuk masyarakat. Polres Simalungun Polda Sumatera Utara berkomitmen berintegritas dan humanis dalam melayani masyarakat. Polisi bersama masyarakat, melindungi, mengayomi, dan melayani,” ujar AKP Tukkar Lungun Simamora.

Dalam kegiatan tersebut, Polres Simalungun mengamplifikasi informasi nomor penting tanggap darurat melalui stiker dan selebaran. Nomor yang dicantumkan meliputi Call Center Polri 110, Pemadam Kebakaran 113, BNPB 117, Ambulans 119, dan PLN 123.
Menurut Kabag Ops, stiker dan selebaran itu dipasang di tempat-tempat umum serta fasilitas pelayanan publik agar mudah dilihat dan diakses masyarakat saat situasi mendesak.
“Kami ingin masyarakat tidak kebingungan ketika terjadi kejadian darurat. Nomor-nomor penting ini harus mudah dilihat dan cepat dihubungi,” ungkapnya.
Untuk wilayah Kota Wisata Parapat, Kabupaten Simalungun, yang termasuk kawasan Danau Toba, personel Satuan Polisi Perairan dan Udara Pariwisata, atau Sat Pamobvit, turun langsung mendatangi tempat-tempat berkumpulnya wisatawan.

Pemasangan stiker dilakukan di ruang publik yang ramai dikunjungi, antara lain ruang terbuka Pantai Bebas Parapat, Pelabuhan Atsari, dan Pesanggrahan Bung Karno. Personel juga menyasar SPBU, minimarket, perbankan, warung makan, hingga kapal motor yang beroperasi di perairan setempat.
Tidak ketinggalan, seluruh hotel, losmen, dan tempat penginapan di Kota Pariwisata Parapat turut dipasangi stiker imbauan nomor darurat tersebut.
“Parapat merupakan kawasan wisata yang dikunjungi banyak orang dari berbagai daerah. Karena itu, wisatawan maupun warga lokal harus tahu ke mana harus menghubungi jika terjadi keadaan darurat,” jelas AKP Tukkar Lungun Simamora.
Selain menyebarkan stiker nomor darurat, Polres Simalungun mengeluarkan imbauan cuaca ekstrem kepada masyarakat. Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya intensitas hujan disertai angin kencang yang berpotensi menimbulkan banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta gangguan keselamatan lainnya.

Ada enam poin imbauan yang disampaikan. Pertama, masyarakat diminta memantau informasi cuaca resmi dari BMKG dan pemerintah daerah. Kedua, mewaspadai potensi bencana dengan menghindari wilayah rawan banjir, longsor, dan pohon tumbang.
Ketiga, warga diminta mengamankan lingkungan rumah dengan memeriksa atap dan saluran air serta memastikan tidak ada pohon atau benda yang berpotensi tumbang. Keempat, pengguna jalan diminta berhati-hati dengan mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, dan mewaspadai jalan licin serta genangan air.
Kelima, masyarakat diminta menghindari area terbuka saat terjadi petir dan angin kencang, serta menjauhi pohon besar, tiang listrik, dan lokasi terbuka. Keenam, warga diimbau mengutamakan keselamatan keluarga dengan menyiapkan perlengkapan darurat serta menjaga anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada. Jaga keselamatan diri, keluarga, dan lingkungan. Bersama kita waspada,” tutur Kabag Ops.

Masyarakat yang menemukan atau mengalami kejadian darurat di wilayah Simalungun diminta segera menghubungi layanan darurat Polri di nomor 110. Layanan tersebut dapat digunakan untuk melaporkan berbagai kejadian darurat, termasuk dampak cuaca ekstrem dan bencana alam.
Melalui langkah preventif dan preemtif ini, Polres Simalungun berharap kesadaran serta kesiapsiagaan masyarakat meningkat, sehingga risiko korban maupun kerugian akibat bencana dapat ditekan. Kehadiran polisi di tengah masyarakat, baik di permukiman maupun kawasan wisata, diharapkan semakin memperkuat rasa aman bagi warga dan wisatawan.
“Polri hadir untuk masyarakat. Kami akan terus bersinergi dengan seluruh elemen demi keselamatan bersama,” pungkas AKP Tukkar Lungun Simamora. (*)











